Showing posts with label Review Buku. Show all posts
Showing posts with label Review Buku. Show all posts

Wednesday, 29 April 2026

Antologi ke-10 : Ternyata Engkau Jodohku



 
Gemintang mulai redup di ujung pagi

Menyisakan dingin yang tak begitu berarti 

Walau hati ingin memiliki

Apa daya jika restu tak kunjung meng-aamiini

 

Hujan tak lagi menderas

Berganti mentari dengan senyumnya

Jika luka memang menyisakan bekas

Biarlah waktu yang akan menutupinya

 

                                                                    Kembang tak kunjung mewangi

                                                                    Harum tak jua menemani

                                                                    Hati memang telah memilih

                                                                    Tetapi pasti tak berpaut kasih 

 ***

 

    Jodoh memang unik dan misteri. Tetapi setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk bertemu jodohnya. Di buku antologi ke-10 ini terdapat satu tulisanku yang berjudul kuncup restu. Selain kisah yang aku abadikan dengan tulisan ini, ada beberapa kisah dari kontributor lain yang juga menceritakan jalan mereka dalam menemukan, menunggu bahkan merelakan. setiap cerita memiliki warna yang berbeda. Ada yang dipertemukan melalui proses yang singkat. ada yang harus melewati penantian panjang dan ada pula yang belajar menerima bahwa tidak semua yang diharapkan harus ia miliki.

    Membaca keseluruhan isi buku ini seperti diajak berjalan menyusuri berbagai takdir yang Allah tuliskan untuk hambaNya. Tidak ada yang benar-benar sama, namun semua bermuara pada satu hal. Yaitu belajar untuk percaya. Percaya bahwa setiap pertemuan dan perpisahan bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari rencana yang sudah disusun begitu rapi.

    Melalui buku ini, aku belajar bahwa jodoh bukan hanya tentang 'siapa', tapi juga tentang 'kapan' dan 'bagaimana'. Dan seringkali, bagian tersulitnya bukan saat bertemu. melainkan saat diminta untuk bersabar sebelum pertemuan itu benar-benar terjadi.

    Untuk kamu yang juga sedang menanti jodoh, yang mungkin hari ini sedang merasa sendiri atau lelah menanti dan mulai mempertanyakan rencanaNya, tetaplah kuat! 

    Tidak semua yang tertunda berarti ditolak. bisa jadi, Allah sedang menyiapkan versi terbaik dirimu dan dia. Agar ketika kalian dipertemukan kelak, kalian datang dalam keadaan yang lebih siap.

    Nikmati saja alur yang Allah berikan. Tidak perlu terburu-buru mengejar sesuatu yang memang sudah ditetapkan waktunya. Isi hari-harimu dengan hal baik, perbaiki diri dan teruslah berdoa tanpa lelah. Karena jodoh yang baik tidak hanya untuk ditemukan, tapi juga untuk dipersiapkan. Dan percayalah, apa yang sudah Allah tetapkan tidak akan pernah salah alamat.

 

Judul buku: Ternyata Engkau Jodohku

Penulis: Nurrul Hidayati dan Tim WIN (Wong Indonesia Nulis)

Penerbit: CV. Win Media Kediri Jawa Timur.

ISBN: 978-623-99452-7-5

Cetakan pertama, Maret 2022

144 Halaman

 

Saturday, 7 December 2019

Antologi ke-8 : Kursi Ayah dan Ibu


“Ada yang tertinggal!” kataku sambil menyerahkan kotak-kotak yang ia bawa tadi. Tanganku berbalas angin. Dia hanya terpaku, menunjukkan wajah sendunya. Dan kembali tanpa kata, ia masuk ke dalam mobil dan perlahan melajukan mobilnya.

Apa kamu bisa membuat yang usang kembali berkilau?


***

Alhamdulillah, aku kira tulisanku bakal berhenti ketika jari telah terhias cincin pernikahan. terimakasih Penerbit Harasi telah meloloskan tulisan saya. ini menjadi antologi ke delapan. masih dengan tokoh seorang perempuan dengan kisah cintanya yang rumit dan pebuh dengan keharuan. silahkan dicek langsung di Penerbit Harasi ya untuk mendapatkan bukunya. :)


Thursday, 3 August 2017

Antologi ke-7 : Secangkir Cinta Sebatas Aksara

Angin segar kembali terembus, menyegarkan ruangan di hati ini. yeah... Finally, terbit juga. Rasanya seperti anak kecil yang dapat angpao lebaran isi uang berwarna merah saat mendengar kabar Cover dari proyek antologi alumnus KMO Bacth 06 (Siti Rokhanah, Annisa, Sasmita A Lia dan aku) sudah siap cetak. yuhuuu...

Terimakasih Penerbit Zukzez Express atas event writerloginya.

Tuesday, 13 June 2017

Antologi ke-6 : Jodoh Selalu Datang Tepat Waktu

Alhamdulillah!! Baru kali ini bisa lolos Sepuluh Besar ^^
Layout bukunya super duper kereeeenn!! ^^
Alhamdulillah, Kisah "Tabir Penantian" bisa lolos Event Menulis lagi, kali ini oleh Penerbit VisiMedia. Saat menerima kiriman email dari Penerbit VisiMedia dulu itu rasanya seperti dilamar sama orang. Hihi, si pungguk akhirnya disapa sang Bulan. :)

Antologi ke-5 : Tentang Surat Wanita Tua

Tentang Surat Wanita Tua bisa dipesan di Penerbit Harasi
BBM: D752FDAE
WA: 0896-1466-0769(ADMIN1)
WA: 0896-2065-7977(ADMIN2)
LINE: sastraharasi
Alhamdulillah, satu lagi rangkaian kata dari Bintang Arini kembali lolos menjadi kontributor dari event menulis yang diadakan oleh Penerbit Harasi. Cerpen yang berjudul "Sepucuk Pesan Burung Bangau" merupakan kelanjutan dari Cerita Mini "Tak Lekang", namun kali ini diambil dari sudut pandang sang Adam, yaitu Lelaki yang bernama Gufron.

Antologi ke-4 : Tentang Jingga yang Basah

Tentang Jingga Yang Basah bisa dipesan di Penerbit Harasi
BBM: D752FDAE
WA: 0896-1466-0769(ADMIN1)
WA: 0896-2065-7977(ADMIN2)
LINE: sastraharasi
Hujan dan senja. Ketika penyulam aksara menyatukan dua rasa diantara Jingga yang Basah. 

Sunday, 11 June 2017

Antologi ke-3 : Sepersepuluh Pemuda

Bismillahirrahmanirrahim

"Beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia”, begitulah sang founding father, Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan negara. Tidak perlu ditanyakan apa saja yang telah dilakukan pemuda dari masa ke masa. Buktinya sudah jelas saat merebutkan kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang, jatuhnya rezim orde lama hingga orde baru. Namun melihat kondisi pemuda zaman sekarang, tentu sulit menemukan sosok pemuda yang mampu memanggul tugas yang begitu berat. Tanpa sadar pemuda zaman sekarang digempur dari segala arah. Tak jarang mulai merabak virus apatis, pasif, hedonisme dan kurang peka terhadap masalah yang ada di masyarakat.

Monday, 29 May 2017

Antologi ke-2 : Mendadak Lucu

Hidup adalah kumpulan dari beragam kisah senang, sedih, malu, konyol dan sebagainya. Kumpulan kisah itulah yang menjadi warna dan mewarnai hidup. Buku ini mengangkat kisah lucu yang benar terjadi pada para penulis yang tergabung dalam group FB PNBB.

Antologi ke-1 : Penghapus Mendung


Hidup seperti roda yang berputar. Kadang di atas kadang di bawah. Adakalanya gembira, adakalanya sedih. Laksana melangkah di awan saat hati gembira. Dan sebaliknya, seolah tenggelam dalam lumpur ketika duka meraja.

Ebook 1 : Bingkisan Hati


Setiap hati pasti pernah merasakan adanya gejolak, entah itu tentang cinta, kerinduan, pengkhianatan, duka, kehilangan, penantian serta perjuangan dalam menguatkan hati untuk mengarungi ujian hidup. Tidak semua irang mampu mengajatasi gejolak jiwanya sendiri, ia membutuhkan bantuan orang lain untuk memberinya semangat atau solusi, minimal ia akan bercerita pada orang terdekatnya atau sekedar menuliskannya di buku harian.

Thursday, 19 May 2016

Go Keo! No Noaki! Jilid 3 - Teka-teki K2Soul

Taraaaaa...
Alhamdulillah, selesai juga baca GKNN jilid tiga ^_^ walaupun sempat kepotong-potong gara-gara ngejagain si bawel Shena yang ditinggal belanja sama Mamanya plus Radit tentu... Bacanya sih mulai pagi tadi, eh baru bisa selesai jam 14.38 (tentu kepotong Boksi dan sholat dhuhur, hehe.. )
Anyway bus way,,,,
Dari cover depannya sudah dibuat penasaran dan ingin segera melahap novel bercover hijau ini.
Apa itu K2Soul?
Di cover belakang sudah diberi contekan. (Baca sendiri yak! ^_^)
Ada yang hilang di Novel ini, hisk... Mungkin itu juga yang dirasakan Keo, Sebastien, Ajeng, Toby, Lady, Timika dan Wamena.
Sosok Noaki!!
Ya!!
Si Noaki hanya muncul sekelebat saja di depan dan di akhir novel. Hisk...
Tapi, makin bikin penasaran untuk melahap jilid keempat.
Masih inget kan!? Di akhir jilid dua kemarin kaki kiri Noaki terkilir. Nah, Keo dipercaya nih oleh Noaki untuk memanggil tukang urut. Eh.. Ndilalah Keo salah memanggil tukang urut dan lagi lagi... Noaki marah deh ke Keo. Hihihi, kasian si Keo kena marah melulu..
Belum selesai meminta maaf, eh Noaki terkena cacar air sehingga tidak boleh ditemui siapapun selama dua minggu.
Keo gelisah, dan tentunya masih merasa bersalah. Diapun akhirnya meminta saran dari Lady yang akhirnya memberikan kartu K2Soul yang harus Keo pecahkan untuk melunakkan hati Noaki dan mendapatkan kata maaf darinya.
Nah loh, walaupun kartu itu ditulis oleh Noaki yang saat itu berumur tiga tahun Keo dibikin keder juga hingga akhirnya dia harus mempunyai Plan B untuk berjaga-jaga.
Demi mewujudkan plan B, Keo harus membuat perjanjian dengan Kinanti. Ups, perjanjian apakah itu?
Lalu, bisakah Keo memecahkan kartu K2Soul ataupun menuntaskan perjanjian yang dia buat dengan Kinanti?
Dan apakah akhirnya Noaki akan memaafkan Keo?
Silahkan cari jawabannya di buku Go Keo! No Noaki! Jilid tiga ini ya ^_^
Bye...
Sampai ketemu lagi... :)

Sunday, 15 May 2016

Go, Keo! No, Noaki! Jilid kedua: Belut Penentuan


Dari cover depan dan cover belakang saya langsung disodorkan sebuah tanda tanya dan rasa penasaran yang menggunung. Ceileeh...

Coba deh lihat cover depannya, di sebelah kiri gambar Keo yang sedang membonceng Noaki tertera judul novel kedua ini Belut Penentuan. Lalu, coba tengok sinopsis di bagian cover belakang.
Ada yang bikin penasaran seperti saya? Hohoho, sepertinya begitu yak ^_^
Apakah hubungan antara belut dan layang-layang kesayangan milik Keo?
Suer saya penasaran :P

Di novel kedua ini, kita mendapatkan jawaban dari ending novel pertama. Apakah Keo akan kembali ke Jakarta atau tetap tinggal dan berusaha memperbaiki persahabatannya dengan Noaki cs?
Pasti sudah tahu jawabannya kan? :)

Berbeda dari novel pertama, di novel kedua Belut Penentuan ini kisah di novel ini diambil dari sudut pandang Noaki. Nah, yang penasaran dengan sikap cuek dan marahnya Noaki pada Keo bisa tahu nih isi hati dari si Noa yang dijuluki oleh Sebastien dengan Noaki Neomarica Moody Lunatique. Hihihi... Artinya cari tahu sendiri di Novel ini ya ^_^

Oh ya, masih inget dengan si misterius yang suka kirim sms ke Keo? Nah, di buku kedua ini Keo meminta tolong loh pada si Moody Lunatique alias si Noaki. Siapakah si misterius itu? Apakah mereka berdua berhasil menemukan sosok sebenarnya dari si misterius? Penasaran!? 

Lalu, kemanakah Sebastien yang tiba-tiba menghilang tanpa ada mendung, petir ataupun hujan?
Makin penasaran!?

Dan apakah Keo dan Noaki cs berhasil mendapatkan kembali layang-layang peninggalan om-nya Keo yang sangat dijaga oleh Keo.

Nah, silahkan membaca novel keren ini ya! Di jamin makin penasaran dengan petualangan kedelapan anak-anak super ini.
Selamat membaca ^_^

Friday, 13 May 2016

Go, Keo! No, Noaki jilid pertama. -Dobel Kacau!-

Go, Keo! no, Noaki! By Ary Nilandari

Sempat dag dig dug, sepaket Novel anak ini belum sampai padaku walaupun setelah dicek lagi oleh mbk Betty yang mengirimkannya sudah diterima oleh penerima bernama Bintang. Pengen marah2 sih ke Pak Pos, kan biasanya paket yg dikirim selalu sampai sehat wal afiat ke rumah, kenapa kali ini sampai seminggu lebih?
Tarik Nafas, Istighfar!! Alhamdulillah emosi mendingin. Cap cus deh ke Kantor Pos terdekat.
Alhamdulillah, aman bin selamat walaupun sempat menelepon dan bilang akan di ambil oleh Bintang Ka We sekian, ternyata buku-bukunya masih rejekinya anak sholeh. Hihi. Usut punya usut, nomor yang tercantum di paket beda satu digit saja. Di telepon sih sudah dan bahkan ada yang menjawab dan mengaku bernama bintang juga. Ealah... Namun namanya rejeki tidak akan tertukar, allahu akbar :)
Well, balik lagi ke paket buku dari mbak Ary Nilandari. Rencananya paket buku ini akan disumbangkan kepada rumah baca atau yang sedang membutuhkan. Dan, kemarin2 sih dapat kabar di Ponpes Metal Pasuruan sedang membutuhkan donatur buku. Tak tengok kanan kiri atas bawah depan belakang, diputuskanlah disumbangkan ke ponpes tersebut bersama dengan sumbangan buku pribadi dan donasi dari seorang kawan. 1 kail dua ikan kepancing. Hihi.
Balik lagi ke paket buku, eh ndilalah ternyata saya harus mereviewnya dulu sebelum didonasikan. Apakah buku tersebut layak untuk didonasikan. Byur!! Keringat dingin memandikanku. Hihi #lebay ah!
Me-review? Walaupun suka baca, saya sih tidak yakin bisa membuat review buku yang bagus! Hisk, maap ya mbak Ary. Saya mencobanya dulu. Semoga tidak mengecewakan. ^_^
Go, Keo! No, Noaki jilid pertama. Dobel Kacau!
Dari judulnya pasti deh penasaran kekacauan apa sih yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Dari sampul depan dan belakang sudah diberi contekan oleh kak Ary, Tokoh utama yang bernama Keo harus pindah sekolah yang beda kota dengan tempat tinggal sebelumnya. Tanpa disangka-sangka nih, di sekolah yang baru ada anak perempuan yang mirip banget dengan dirinya namanya Noaki (awas salah baca jadi Naoki ya! Cukup saya saja, hihi #akrab dengan anime jepang jadi kaya gini).
Apakah permasalahan yang dihadapi Keo hanya karena ada duplikat dirinya yang nyatanya bukan malah akrab tapi sebaliknya. Belum lagi dengan keenam temannya yang selalu lengket seperti permen karet, bukan hanya selalu bersama-sama tapi selalu menunggu Noaki setuju baru mereka mengatakan yes! Wow, susah payah Keo mencoba untuk diterima ketujuh anak itu dan ketika mereka mulai berteman datanglah kekacauan yang merenggangkan pertemanan mereka yang baru seumur jagung.
Mau tahu apakah Keo bisa mempererat pertemanan mereka lagi ataukah memilih kembali ke Jakarta seperti saran Mama. Silahkan dibaca sendiri ya! ^_^
Menurut pribadi saya sendiri dan pengalaman mengajar eskul (kelas 4 dan 5 SD), so far buku ini recommended banget. Tidak membosankan dan ilustrasinya cakep banget. Soalnya kadang anak-anak bakal males kalau isi bukunya tulisan melulu... Hihi, saya juga sih! ^_^'
Tema tentang persahabatan memang selalu mempunyai tempat sendiri di hati anak-anak. Namun, ada sih beberapa bagian yang kurang mengena atau mungkin kurang dipahami dan diketahui anak-anak. Jadi orang tua harus siap sedia jika anak-anak tanya; bu, Tripod itu apa, berhigh five itu seperti apa, game Kinect itu apa, Game PowerUp Heroes itu seperti apa dan beberapa istilah lagi.
Karena, tidak semua anak mendapatkan pengalaman seperti itu. Dan ketika pasar atau market serta bidikan itu untuk anak-anak yang kelas ekonomi keluarganya beda, bisa jadi ada anak wawasannya ingin terpenuhi "Oh ada ya game seperti itu!" sudah selesai. Namun bagaimana jika ada anak bilang "bu, belikan game seperti di Novel ini dong! Pengen banget!" lah, belum tentu orang tuanya paham seperti yang nulis ini.
Tapi, suer deh! Go, Keo! No, Noaki jilid pertama ini keren bangets. Saya pribadi yang baca jadi keinget masa silam. Bermain dengan teman-teman, naik sepeda bareng, ketakutan dengan pelajaran matematika dan wajarlah konflik dengan teman-teman namun semuanya bisa menjadi pembelajaran bagaimana menangani permasalahan dengan teman sepermainan.
Dari segi kepenulisan mbak Ary adalah sesepuh dibidangnya. Mungkin hanya beberapa kosakata saja yang sekiranya seusia anak-anak perlu pendampingan. (Soalnya saya pribadi gemes kalau sedang membacakan cerita di kelas eskul menulis yang selalu diinterupsi. "Kak itu artinya apa? Kak belum pernah dengar!" ealah nduk... Hihi). Saya jadi ada semangat dan ilmu lagi untuk melanjutkan naskah novel anak yang mulai lumutan di flasdisk. Hihi.
Siiiipp,,, tak sabar lanjut ke jilid dua ^_^'