.png)
Menemukan Pembelajaran dari
Setiap Rasa
Rasa sering kali datang dari apa
yang kita lihat, kita dengar, kita alami, bahkan dari hal-hal sederhana yang
mungkin awalnya kita anggap biasa saja. Ada rasa manis yang membuat kita ingin
mengulanginya, ada pula rasa pahit yang mungkin ingin segera kita lupakan.
Namun, dari keduanya selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari. Sebab, bukankah
setiap pengalaman selalu meninggalkan cerita?
Itulah yang saya temukan ketika
membaca buku antologi ini. Setiap cerita seperti membawa saya pada rasa yang
berbeda. Ada yang membuat tersenyum, ada yang menggelitik, ada yang membuat
terdiam sejenak, bahkan ada pula yang menghadirkan keterkejutan karena akhir
ceritanya tidak seperti yang saya duga.
Buku ini merupakan kumpulan
cerita yang lahir dari kelas menulis pentigraf yang diadakan oleh SIP
Publishing bersama Bapak Pentigraf, Tengsoe Tjahjono. Pentigraf sendiri
merupakan singkatan dari cerpen tiga paragraf, yaitu cerita pendek yang
disajikan hanya dalam tiga paragraf. Meski pendek, bukan berarti cerita di
dalamnya sederhana. Justru di sanalah tantangannya: penulis harus mampu
membangun cerita, menghadirkan konflik, menyampaikan pesan, dan memberikan
kejutan hanya dalam ruang yang sangat terbatas.
Dan ternyata, tiga paragraf bisa
membawa begitu banyak rasa.
Setiap penulis memiliki cara
masing-masing dalam menangkap sesuatu yang ada di sekitarnya, kemudian
merangkumnya menjadi cerita. Ada pengalaman yang terasa dekat dengan kehidupan
sehari-hari, ada pengamatan terhadap manusia dan lingkungan, ada pula cerita
yang membuat kita bertanya-tanya sebelum akhirnya sampai pada bagian akhir.
Saya menikmati bagian ketika
sebuah cerita ternyata tidak berjalan seperti yang saya bayangkan. Ada
kejutan-kejutan kecil yang membuat saya kembali membaca beberapa kalimat
sebelumnya. Mungkin inilah salah satu hal menarik dari pentigraf. Karena
ruangnya singkat, setiap kalimat terasa memiliki peran. Kita diajak membaca
dengan lebih teliti, sekaligus menebak ke mana cerita akan dibawa.
Bagi saya, antologi ini bukan
sekadar kumpulan cerita pendek. Ia seperti kumpulan rasa yang dirangkum oleh
banyak kepala dan hati. Masing-masing penulis membawa pengalaman, pengamatan,
juga sudut pandangnya sendiri. Kita sebagai pembaca tinggal menikmati setiap
rasa yang disajikan, lalu menemukan apa yang bisa kita bawa pulang.
Karena pada akhirnya, sebuah
cerita tidak selalu harus memberikan nasihat secara langsung. Kadang cukup
membuat kita tersenyum, terkejut, teringat pada sesuatu, atau bahkan berkata
dalam hati, “Ternyata bisa juga dilihat dari sisi seperti ini.”
Buku ini adalah buku antologi
ke-15 yang lahir di tahun 2022. Lima belas buku tentu bukan perjalanan yang
sebentar. Dan setiap buku punya cerita serta rasa yang berbeda untuk dikenang.
Selamat membaca, menikmati setiap
rasa yang disajikan, dan menemukan pembelajaran dari cerita-cerita di dalamnya.
Atau kalau ternyata ada cerita yang terasa begitu dekat dengan kehidupan
sendiri, anggap saja kita sedang menemukan tempat untuk curhat sebentar. Karena
mungkin, begitulah cerita bekerja: menjadi cermin untuk melihat kembali
pengalaman, sekaligus menjadi teman untuk memahami bahwa setiap rasa, baik
manis maupun pahit, selalu punya sesuatu yang bisa kita pelajari.
Kumpulan Pentigraf
Kutu Buku
Penulis: Dedy Purwono,
dkk
Desain Sampul &
Tata Letak: Tim Desainer SIP Publisher
Penerbit: SIP
Publishing (Anggota IKAPI)
SIPSBN: 920-220-500-044-6
Cetakan Pertama, Juni
2022
Ukuran Buku: 14X20CM
Halaman: 124