Begitupun bagiku, di kehamilan kedua ini kembali aku menemui Ramadhan di trimester ketiga tepatnya di usia kehamilan 33 minggu. Malam ini aku disertai suami dan si sulung yang berusia tiga setengah tahun mengunjungi rumah sakit Ibu dan anak di dekat rumah.
Hati yang memeluk harapan, all is well! Berharap kesehatan si kecil di alam rahim tengah tumbuh dan berkembang dengan baik, namun untuk saat ini sepertinya sang kuncup harapan tengah tak selaras dengan kenyataan.
Air ketuban kurang. Kata-kata itu terus bergema di kepala dan juga hati sepanjang perjalanan pulang. Konsekuensi dari kurang air ketuban turut membawa badai gelisah dan kekhawatiran. Jika jumlahnya makin berkurang, kemungkinan terburuk adalah dikeluarkannya janin dari rahim dengan segera demi kesejahteraan dan keselamatan bayi.
Ramadhan kali ini makin terasa berbeda apalagi dokter menyarankan untuk tidak menjalankan puasa agar aku bisa memaksimalkan asupan air yang masuk ke dalam tubuh. Pergulatan batin kembali dimulai.
Sebagai seorang muslim, momen puasa Ramadhan adalah hal istimewa yang selalu dinanti setiap tahunnya. Begitupun denganku. Berharap bisa melakukan kewajiban puasa itu secara satu bulan penuh. Dan kini harapan itu tak bisa merekah dan bertahan dengan kuncupnya.
Kendati demikian di hari pertama aku memilih untuk berpuasa, hal itu pun mendapat dukungan penuh dari suami. Sepanjang hari aku merasakan lemas dan gerakan janin yang tak seaktif biasanya. Akupun memilih merebahkan raga di pembaringan selama sisa hari.\
Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik buat anak-anaknya. Ingin sang anak tumbuh sehat dan bahagia, namun pendapat dokter kembali terngiang.
“Menurut saya lebih baik untuk tidak puasa karena air ketuban ibu sudah mendekati batas. Kasihan janinnya jika ia tidak bisa bergerak bebas karena kurangnya amnion yang mengelilinginya kemungkinan ia bisa stres di dalam kandungan.”
Aku kembali melafadzkan kalimat Istighfar. Apakah aku berlaku dzalim jika puasaku menyebabkan hal demikian untuk janin di dalam kandunganku?
Aku mulai mencari informasi-informasi lain mengenai ibu hamil yang berpuasa di media sosial. Membaca sedemikian banyak pendapat beberapa dokter membuat kegundahanku semakin menjadi. Memang banyak yang mengatakan tidak apa-apa asalkan ini dan itu. Aku menelan ludah! Ah, apakah aku terlalu cengeng atau lemah? Jika beberapa ibu hamil bisa berpuasa, mengapa aku tidak?
Aku memutuskan untuk berpuasa kembali. Kali ini ketika weekdays, artinya hanya ada aku dan si sulung di rumah. Pada malam sebelumnya aku memperbanyak konsumsi air, meskipun frekuensi ke kamar mandi menjadi tiga kali lipat lebih sering dan mengorbankan jatah istirahatku. Demi asupan air. Kilahku. Padahal pada umumnya di trimester ketiga ibu hamil akanmengalami peningkatan buang air, maka aku mengalaminya dua kali lipatnya lagi belum lagi jika posisi janin mendorong kantong kemihku. Namun aku harus terus berjuang, demi kesehatan calon anak kedua.
Menjelang dhuhur tubuhku mulai oleng! Dengan setengah hati aku membiarkan si sulung bermain sendiri, walau sesekali ia minta ditemani dan dipenuhi keinginannya. Sekali lagi, seorang ibu akan melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya walau ia harus tertatih.
Malampun merangkul, tapi tubuhku belum membaik walaupun sudah menikmati menu berbuka dan beberapa teguk air. Hati kecilku membisik lembut, Apakah aku dzalim kepada diri sendiri dan calon anakku?
Tiba-tiba airmata mengalir begitu saja, diikuti gerakan lembut dari sang janin. Akhirnya aku memilih menelan harapan untuk berpuasa penuh dan mengambil keputusan untuk mengambil rukhshah atau keringanan bagi perempuan yang sedang hamil karena beberapa ulama memperbolehkannya. Aku hempaskan omongan miring dari beberapa orang yang memandang sebelah mata dan meneguhkan pilihan. Allah Maha Mengerti, batinku menemani.
Aku meyakini, terkadang apa yang kita harapkan baik belum tentu itu yang terbaik di mata-Nya. Karena Ia Maha Pengasih dan Pemurah. Terkadang memang sulit membedakan antara keinginan dan kemampuan, maka coba kembali pertemukan kening di hamparan sajadah. InsyaAllah engkau akan menemukan jawabannya,


