Thursday, 25 June 2026

Kata Ajaib

Jangankan saat liburan sekolah, di hari-hari biasa pun kedua buah hatiku tidak pernah lepas dari pertengkaran, tangisan, amarah lalu beberapa menit kemudian bermain bersama lagi seolah tidak terjadi apa-apa.

 Bedanya, saat sekolah berlangsung mereka hanya memiliki sedikit waktu bersama. Si sulung pulang sekolah, lalu keduanya harus tidur siang. Waktu bermain mereka lebih banyak terjadi di sore dan malam hari. Namun, memasuki minggu kedua liburan mereka bersama selama 24/7.

Dan seperti yang sudah bisa ditebak, rumah mungil kami dipenuhi siklus yang berulang: akur, bermain bersama, bertengkar, marahan, lalu berbaikan dan bermain lagi.

Alhamdulillah, ada satu hal yang membuat semua itu terasa lebih ringan. Mereka mulai memahami empat kata ajaib: tolong, maaf, terima kasih dan permisi.

"Kak, minta maaf" kata si bungsu yang tak kuasa menahan emosi dan memukul kakaknya. Namun kakaknya yang lebih dewasa begitu mudah memafkan adiknya meskipun sesekali perlu diingatkan.

 "Dek, maafin kakak ya!"

 "Enggak ah, Adek merajuk!" jawab si bungsu yang masih dilanda emosi.

Namun si kakak tidak kehilangan akal dengan membujuk adiknya melalui nyanyian '3 kata ajaib' dari Channel Alula Aish Favorit adiknya. Hingga akhirnya di bungsu melunak dan mereka mulai bernyanyi kemudian bermain bersama kembali.

 Aku yang hanya jadi penonton sering kali tersenyum melihat tingkah mereka. Anak-anak ternyata lebih mudah mengucapkan maaf daripada orang dewasa. Mereka tidak terlalu memikirkan gengsi, tidak sibuk mempertahankan ego dan tidak menyimpan kesalahan terlalu lama.

 Dari tingkah mereka aku selalu mengambil pelajaran berharga, kali ini aku belajar bahwa memaafkan tidak membuat kita menjadi kecil. Justru itulah yang membuat hati menjadi lebih besar. Terimakasih anak-anak. ❤️

No comments: