Sunday, 7 June 2026

Awal Bulan

 

Seperti bulan-bulan sebelumnya di tanggal yang sama, perempuan yang menyandang gelar ibu dan istri ini memulainya dengan drama yang terus berulang.

"Aku kerja saja ya, Yang?" kataku pada suami sembari menunjukkan deretan angka di buku catatan keuangan keluarga kecil kami yang siap untuk dipertanggungjawabkan.

ia tersenyum bijak dengan guratan kening yang dibuat-buat.

"Nafkah dariku kurang?"

"Alhamdulillah, cukup! Tapi kan, seharusnya nominal ini bisa dikurangi lagi. Apalagi adik sebentar lagi masuk sekolah." Bibirku mengerucut. Butiran bening berdesakan hendak meluncur.

"Selama kita masih bisa makan, InsyaAllah sudah cukup. Jangan risau, ya!" Jemarinya memijat lembut kedua pundakku.

"Apa snack anak-anak yang harus dibatasi, ya?" risau kembali menguasai pikiran yang selalu kusut layaknya benang yang tidak terurai. "aku cari kerja saja, ya?"

"Terus anak-anak bagaimana? Mau dititipkan ke daycare? Yakin?" tanyanya menyelidik.

Tentu saja aku hanya bisa terdiam. Aku tahu bagaimana rasanya jika anak-anak jauh dariku, dan bagaimana gusarnya jika aku jauh dari mereka. Semenit saja tidak melihat atau mendengar suara mereka, hati ini tak tenang. Ada ruang kosong yang perlahan membesar dan menggerogoti.

"Aku tahu kamu ingin bekerja. Tapi ada ladang pahala yang luas menantimu di rumah. Untuk rezeki, aku yakin Allah sudah menyiapkan bagian maing-masing untuk kita, terutama anak-anak.

"Seperti biasa, ia mampu meredam gundah dan mengingatkanku kembali tentang prioritas kami saat ini: mendidik dan memebersamai tumbuh kembang anak-anak, menjadi sekolah pertama bagi mereka, serta memastikan rumah ini tetapo menjadi tenpat yang hangat untuk pulang.

Awal bulan selalu menghadirkan kegelisahan yang sama. Namun, awal bulan juga megingatkanku bahwa rezeki bukan hanya tentang angka yang tertulis di buku catatan.

Ada tawa anak-anak yang memenuhi rumah.

Ada pelukan kecil yang datang tanpa diminta.

Ada kesempatan untuk menyaksikan tumbuh kembang mereka setiap hari.


Dan mungkin, untuk saat ini, itulah rezeki yang sedang Allah titipkan kepadaku.

 

No comments: