September Love: Ketika Cinta Memiliki Banyak Wajah
Ada buku yang istimewa karena isinya, dan ada buku yang istimewa karena kenangan yang melekat di dalamnya. Bagi saya, September Love adalah keduanya.
Buku ini merupakan antologi saya yang ke sembilan sekaligus antologi pertama bersama Komunitas Amateur Writer Indonesia (AWI) pada tahun 2018. Saat itu kami mengikuti sebuah event menulis 30 Dj atau 30 hari journaling. Dari perjalanan sederhana itulah lahir kumpulan kisah yang kemudian dirangkai menjadi sebuah buku tentang cinta.
Seringkali kita mengira cinta hanya tentang dua insan yang saling jatuh hati. Namun, September Love mengajak pembacanya melihat cinta dari sudut pandang yang lebih luas. Di dalamnya terdapat beragam cerita tentang cinta kepada orang tua, keluarga,sahabat, pasangan bahkan cinta kepada diri sendiri.
Cinta memang memiliki banyak bahasa. Ia bisa hadir dalam pelukan seorang ibu, nasihat seorang ayah, kesetiaan seorang teman atau pengorbanan yang tidak pernah terucap. Tidak semua kisag cinta berakhir dengan bahagia. Ada yang meninggalkan senyum, ada yang menyisakan airmata. Namun, justru di sanalah letak keistimewaannya.
Membaca buku ini seperti menikmati berbagai rasa dalam satu hidangan. Ada manis, asam, asin, bahkan sedikit pedas. Semuanya berpadu menciptakan pengalaman yang berbeda di setiap halaman. Sebab cinta, sebagaimana kehidupan, tidak pernah hanyaa memiliki satu rasa.
Di antara tiga puluh kisah yang tersaji, saya turut menyumbangkan sebuah cerita berjudul Cinta Nessa. Kisah ini menceritakan dilema yang dihadapi Nessa ketika berhadapan dengan kenyataan dalam keluarga yang sangat ia cintai. Sebuah cerita sederhana tentang pilihan, pengorbanan dan arti mencintai orang-orang terdekat.
Meski telah terbit beberapa tahun lalu, September Love tetap memiliki tempat khusus di hati saya. Selain saya sempat melupakan pernah membuat cerita di antologi ini, saya yang akhirnya sadar memiliki buku antologi ke-9 yang baru bisa aku Cekout 8 tahun kemudian karena kesibukan saya waktu tahun itu sebagai ibu baru dengan segala kesibukan bersama newborn. Dan aku menyakini hal tersebut merupakan langkah kecil yang mengajarkan bahwa setiap cerita, sekecil apa pun, layak untuk dituliskan.

No comments:
Post a Comment