Monday, 13 July 2026

Akhir Perjalanan

 

Tubuhku sudah kusut. Sudut-sudutku robek, warnaku memudar dan lipatan di badanku terlalu banyak untuk dihitung belum lagi tambalan plastik lengket yang mencegahku terbelah.

Aku selembar dua ribuan yang tak sempat beristirahat. Dari tangan pembeli, kembali ke laci kasir, lalu keluar lagi bersama lembaran dengan nominal lain untuk membeli berbagai keperluan atau sebagai kembalian. Tapi itu dulu.

Akhir-akhir ini aku lebih sering tinggal di dalam laci. Bukan karena ingin disimpan, melainkan karena tidak banyak lahi yang datang menukarkanku dengan bersama barang-barang di rak. Karena memang sudah tak banyak lagi barang yang tersisa.

Aku melihat pemilik toko menghitung kami berulang kali. Wajahnya terlihat suram dengan menggumam pelan, "kurang"

"Mungkin sudah saatnya, Pak" ujar perempuan disamping pemilikku.

Aku kurang mengerti apa maksud perkataan itu. Namun airmata di wajah tua itu memberiku salam perpisahan. Ia mengambil teman-temanku yang berbeda warna beberapa lembar, namun ia melewatiku begitu saja.

Apakah tubuh lusuhku tidak menarik baginya untuk ikut mendiami dompet kulitnya yang telah kusam?

Penghuni laci telah pergi, termasuk beberapa koin yang penampilannya lebih enak dilhat. Tapi mengapa aku masih disini? Apakah ini akhir dari perjalananku?

Laci ditutup perlahan, namun kali ini tidak ada suara kunci yang menyegelnya. dan tibalah saat aku menjadi asing ditengah kegelapan.

No comments: