Monday, 13 July 2026

Pulang

"Manusia itu jahat!" Desisku.

Ingatan tentang kios penuh kelomang dengan rumah warna-warni masih membuatku gemetar. Kami diculik, lalu rumah kami dicat mencolok. Semua orang mengaguminya, tetapi aku dan teman-temanku membenci baunya yang menyengat.

Seorang anak kecil kegirangan saat tangan pemilik kios mengangkat temanku dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak transparan. Aku menatap wajah temanku yang pasrah, dan kemudian sebuah ide muncul tiba-tiba.

Saat kesempatan itu datang aku mulai beraksi. Ketika seorang anak mengangkat rumahku untuk dibeli, aku meronta sekuat tenaga hingga terlepas dari rumahku. Tubuhku terlontar, lalu aku berlari menghindari kaki-kaki manusia yang hilir mudik.

Dingin menusuk tubuhku. Aku terus mencari perlindungan sampai menemukan sebuah benda kecil berwarna biru dengan ulir yang memeluk tubuhku pas. Memang tak seasri rumahku sebelumnya, tapi cukup untuk melindungikundari dingin dan bahaya.

Cukup lama aku menyesuaikan diri dengan rumah baru dengan sebuah harapan aku bisa menggantinya saat kembali ke habitatku sebelumnya. "Ini hanya sementara."

Kini aku terus berjalan mengandalkan insting membaui aroma laut agar bisa pulang ke lima samudra, meski indra penciumanku telah rusak akibat bau cat yang melekat sejak penculikan itu. Aku tetap ingin pulang.

No comments: