Tak berselang lama saat aku dibawa pergi oleh petugas apoteker, tutup wadahku di buka oleh sebuah tangan dingin. Dengan gemetar, tangan itu mengeluarkan salah satu dari kami. Bersama satu tegukan air, temanku sudah mendiami tempat baru dan perlahan menunaikan tugasnya.
Dari botol kecil transparan aku melihat pemilik baru kami merebahkan tubuhnya di kursi sofa ruang tunggu rumah kami sebelumnya. Matanya terpejam, keringat dingin perlahan mulai mengering dari keningnya. Dan kami dibiarkan tergeletak di meja menunggu kinerja teman kami yang sudah diteguknya.
"Penderitaan apa yang ia alami, ya?" Tanya teman sebotolku.
"Entahlah, tapi coba lihat. Tangannya sudah tidak gemetar, keringatnya pun sudah berkurang."
"Syukurlah!" Kata temanku lainnya.
Aku bersyukur dan mendoakan pemilik kami menemukan solusi untuk kesulitan yang dihadapinya.
.png)
No comments:
Post a Comment