Friday, 24 July 2026

Jaring Harapan

Setiap malam aku bergoyang pelan di dekat jendela di sebuah rumah berdinding kayu. Benang-benangku mulai rapuh, bulu-bulu yang dulu menari kini tinggal beberapa helai. Pemilikku telah lama tumbuh dewasa. Ia tidak lagi percaya pada kemampuanku menyaring mimpi buruk.

Namun, sampai kini aku tidak benar-benar sendiri. Tepat saat malam mencapai sunyinya, di tanggal tertentu ada aroma si bunga wijayakusuma selalu datang. Harumnya menyelinap perlahan bersama angin, lembut dan bening perlahan memenuhi ruang tanpa mengusik.

Ia tidak setajam melati dan mampu meninggalkan rasa ketenangan seolah ada doa yang sedang diam-diam dipanjatkan. Saat ia datang aroama itu meresap disela anyamanku, mengusir apek yang selama ini menemaniku. Aku tidak lagi berharap bisa menangkap mimpi buruk. Aku hanya ingin menangkap satu hal yang tak pernah gagal datang bersama harum wijayakusuma yaitu doa yang mengantarkan pemilikku pulang, meski hanya sekejap, walau tanpa raga.

No comments: