Friday, 24 July 2026

Misi

Tubuhku masih bertuliskan 'shampoo', meski isiku kini lebih banyak berisi air keran. Aku tak lagi bertugas mengusir lepek di rambut. Tangan-tangan kecil itu memberiku pekerjaan baru. Kadang aku menjadi hujan buatan, dilain hari menjadi pistol air dan sesekali menjelma menjadi pancuran dengan gelembung-gelembung yang beterbangan disela tawa-tawa ceria.

 Aku melihat lantai yang semula kering berubah menjadi kolam kecil. Handuk yang menjadi basah dan perosotan dadakan dengan busa sebagai pelicin. Aku melihat wajah ibu mereka memerah, siap menghujani dengan berbagai fatwa tentang kebersihan kamar mandi, rumahku.

 "Kok dibuat main sih, kan tadi masih ada isinya! Belum juga sejam ibu sikat itu lantai, malah licin lagi kan!"

 Anak-anak terdiam. Akupun tak berani bersuara. Lalu terdengar bisik-bisik merancang pembenaran,

"Kan tinggal dikit, Buk! Jadinya kami buat main!"

Lalu ayah mereka akan menengahi sebelum ruang persegi ini menjadi medan perang. "Namanya juga anak-anak." Ujar sang ayah sambil mengambil botol shampo lain yang masih tersegel dan menempatkannya dari jangkauan anak-anak.

Tak butuh lama, perang air pun dimulai lagi.

Aku menikmati saat-saat ini. Meskipun isiku sudah sepenuhnya kosong, tapi aku masih berharga bagi anak-anak pemilikku. Dan mereka akan merengek ketika Ibu mereka hendak membuangku. "Masih bisa buat main, Buk!"

Sejak saat itu, aku menjalani misi baru yang lebih membuatku bangga. Aku berharga dan berusaha terus membuat tawa di hari-hari mereka.

No comments: