Sunday, 7 June 2026

Fokus

 

Seminggu sebelum ujian sumatif akhir semester, aku sudah disibukkan dengan merangkum semua materi Kakak selama di kelas satu.

Ternyata kebiasaan sistem kebut semalam masih sulit untuk disingkirkan. Padahal aku bisa saja mencicilnya sedikit demi sedikit. Entah karena jemari ini enggan menari lebih awal, atau karena begitu terlena dengan segala tetek bengek urusan rumah tangga.

Ada banyak rangkuman materi dengan tampilan menarik khas AI yang berseliweran di media sosial. Namun bagiku, rasanya kurang afdol jika tidak membaca dan menulisnya sendiri.

Lembar demi lembar kubuka dengan kecepatan yang harus selalu dipacu. Berbekal hasil curian waktu di sela-sela aktivitas, aku memusatkan perhatian di meja kerja.

Camilan dan tontonan sudah kusiapkan di ruang depan. Aku berharap itu cukup ampuh menemani si bungsu selama aku berkutat dengan rangkuman.

Namun kenyataannya berbeda. Bayangan kecil itu selalu mengekor di belakangku.

Baiklah.

Di sela celotehan bersama mainan-mainannya, si bungsu sesekali mengajakku berbicara.

"Sebentar ya, Dek. Ibu harus fokus dulu nih." Aku mengucapkannya tanpa menoleh.

Alhamdulillah, ia mau mengerti dan kembali melanjutkan obrolannya dengan teman-teman imajinernya.

Beberapa waktu kemudian, punggungku sudah merasa pegal.

"Dek, Ibu rebahan dulu ya. Punggung Ibu capek. Adik main dulu ya."

"Enggak, ah. Aku mau menggambar aja."

Sedetik kemudian ia berhasil menguasai meja kerjaku.

Sembari beristirahat, aku sesekali mencuri pandang pada tubuh mungil yang sedang asyik mencoret-coret bukunya.

"Adek lagi gambar apa?" tanyaku.

Tidak ada jawaban. Padahal tangan mungilnya sedang sibuk menari di atas kertas.

"Dek...?"

"Sebentar, Buk. Adek harus fokus nih!" Jawabnya tanpa menoleh sedikitpun.

Plak!

Aku ditampar oleh tingkah mungilnya. Kalimat yang tadi berkali-kali keluar dari mulutku, kini kembali kepadaku melalui suara kecilnya.

Ternyata fokus tidak mengenal usia. Dan rupanya, anak-anak bukan hanya pandai mendengarkan apa yang kita katakan. Mereka juga sangat pandai menirukannya.

No comments: