Monday, 29 June 2026

Tunduk

Ada satu kebiasaan kecil yang selalu aku lakukan selepas mengakhiri Salat, yaitu kembali meletakkan kening di atas sajadah. Selain memperbanyak zikir, momen itu membuatku lebih rileks dan menjadi tempat menuangkan segala kesah.

Namun, kebiasaan itu tidak pernah luput dari dua pasang mata kecil yang selalu pensasaran.

"Kok Ibuk sujud lagi?" tanya si sulung.

“Iya, kok sujudnya lama?" imbuh si bungsu.

Aku tersenyum kecil, lalu mempersilahkan mereka duduk di sampingku.

"Kira-kira kenapa. ya?" pancingku.

Keduanya hanya saling berpandangan, mencoba menebak jawaban.

"Ibu sedang mengalirkan oksigen ke otak supaya tidak mudah migrain lagi." jawabku singkat.

Sebenarnya ingin sekali aku menjelaskan tentang nikmatnya sujud, tentang betapa dekatnya seorang hamba dengan Rabb saat berada di posisi itu. Namun, kurasa mereka masih terlalu kecil untuk memahami maknanya. Biarlah mereka mengenalnya sedikit demi sedikit.

Sore itu, saat kembali menikmati waktu hening di atas sajadah, terdengar percakapan yang langsung membuyarkan kekhusyukanku.

"Kak, Ibu lagi tunduk!" kata putri kecilku.

"Bukan!" sanggah kakaknya. "Ibuk itu lagi mindahin pikiran ke otak."

Aku hanya tertawa pelan. Biarlah, untuk sekarang mereka memaknai sujud dengan cara sederhana. Kelak, ketika usia dan pemahaman mereka bertambah, semoga mereka menemukan sendiri bahwa ada ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saat seorang hamba begitu lama menundukkan kepala di hadapan Tuhannya.

 

No comments: