Friday, 3 July 2026

Yang Tak Lagi Ditimang

Aku masih ingat teriakan dan tangisan pemilikku malam itu. Aku memanggilnya ibu, dan ia memperlakukanku dengan sangat baik. Ibu selalu menimangku dengan penuh kelembutan. Katanya aku adalah bayinya. Aku suka diperlakakukan begitu, tapi itu dulu.

Setelah aksi tarik menarik yang membuat lenganku robek, aku merasa sakit. Bukan karena jahitanku yang terbuka, melainkan karena setelah itu ibu tidak pernah menimangku lagi.

Katanya aku sudah rusak dan ingin dibelikan bayi yang baru. Kini aku diam di sudut kamarnya, bersama tumpukan mainan yang sudah bosan dimainkan.

Seharusnya aku masih bisa bersyukur, kan? Ibu tidak membuangku. Ia tetap mempertahankanku di sini. Tapi buat apa aku tetap ada jika Ibu tidak lagi menimangku? Padahal katanya, ia menyayangiku karena aku adalah hadiah terakhir dari ayahnya yang telah tiada.

No comments: